Lazismu Tegal

Harta yang Kita Lepaskan, Justru yang Paling Kita Miliki

Banyak orang merasa aman saat harta digenggam erat. Padahal dalam Islam, harta yang benar-benar kita miliki adalah yang kita relakan di jalan kebaikan. Yang disimpan bisa habis, yang dipamerkan bisa dilupakan, tapi yang diberikan dengan ikhlas akan terus hidup sebagai pahala. Aneh memang, tapi begitulah logika langit yang sering tak sama dengan logika dompet.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Harta manusia adalah yang ia makan lalu habis, yang ia pakai lalu rusak, dan yang ia sedekahkan lalu kekal.” (HR. Muslim). Hadis ini menegaskan bahwa sedekah adalah cara menyimpan harta paling aman, karena disimpan langsung oleh Allah. Ibarat cloud storage, tapi anti-hilang dan tanpa batas kuota.

Semangat ini pernah ditunjukkan oleh KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Dalam perjuangannya membangun pendidikan dan dakwah, beliau dikenal tidak ragu menjual dan menginfakkan barang-barang pribadinya—termasuk perabot rumah—demi membiayai sekolah dan kebutuhan umat. Bagi beliau, harta bukan untuk ditumpuk, tapi untuk menggerakkan perubahan. Yang penting bukan apa yang dimiliki, tapi untuk apa ia digunakan.

Apa yang dilakukan KH. Ahmad Dahlan mengajarkan bahwa melepas harta bukan berarti kehilangan, justru itulah cara memilikinya dalam bentuk yang lebih abadi. Harta berubah menjadi ilmu, amal, dan manfaat yang terus mengalir. Kalau beliau hidup di zaman sekarang, mungkin sudah auto “checkout” kebaikan tanpa nunggu diskon.

Di kehidupan kita hari ini, semangat itu masih sangat relevan. Saat kita berbagi, harta menjadi jembatan harapan bagi yang membutuhkan. Saat kita menahan, ia hanya diam sebagai angka. Bedanya tipis, tapi dampaknya jauh.

Maka jangan takut melepas sebagian rezeki. Mari berinfak melalui Lazismu Kabupaten Tegal, karena harta yang kita lepaskan di jalan Allah, justru itulah yang paling kita miliki.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *