Lazismu Tegal

Lazismu dan IGABA Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Tanah Bergerak Padasari

SLAWILembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Tegal bersama Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) melaksanakan kegiatan “Tasaruf Bantuan Kemanusiaan” bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari. Penyaluran bantuan ini dipusatkan di Kantor Lazismu Daerah Kabupaten Tegal pada Selasa (10/2).

Kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban para penyintas yang kehilangan tempat tinggal maupun akses logistik akibat pergeseran tanah yang terjadi di wilayah tersebut. Dalam skema penyalurannya, Lazismu mengalokasikan dana dari pos kemanusiaan serta menghimpun donasi dari IGABA Wilayah Jawa Tengah.

Bantuan dana tersebut diserahkan secara simbolis kepada pengurus IGABA Kabupaten Tegal untuk kemudian dibawa langsung ke lokasi bencana. Di lapangan, tim akan berkoordinasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Tegal sebagai garda terdepan penanganan darurat.

Pihak Lazismu menyatakan bahwa sinergi antarlembaga ini merupakan bentuk respons cepat terhadap krisis kemanusiaan. “Kami berkomitmen membantu para korban dengan sebaik mungkin dan secepat mungkin bersama para mitra strategis kami,” ujar perwakilan Lazismu di sela-sela kegiatan.

Sesampainya di lokasi, bantuan akan dikelola melalui Posko MDMC Kabupaten Tegal. Dana tersebut diprioritaskan untuk pengadaan kebutuhan urgen yang mendesak, seperti bahan logistik, bahan pangan, serta perlengkapan darurat lainnya bagi warga di pengungsian.

Hingga saat ini, upaya relokasi dan pemulihan bagi warga terdampak masih terus diusahakan oleh berbagai pihak di lapangan. Mengingat kondisi tanah yang masih belum stabil, kebutuhan akan bantuan berkelanjutan sangat diharapkan. Pihak penyelenggara juga mengajak masyarakat luas untuk turut mengulurkan tangan guna mempercepat proses pemulihan di Padasari.

Melalui kolaborasi antara IGABA, MDMC, dan Lazismu, diharapkan beban psikologis maupun material warga terdampak dapat segera teratasi selagi menunggu solusi jangka panjang terkait relokasi tempat tinggal mereka.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *