Balapulang – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Tegal menunjukkan respons cepat terhadap kesulitan yang dialami salah satu warga Desa Batu Agung, Balapulang. Dalam sebuah aksi kemanusiaan bertajuk “Tasaruf Bantuan Kesehatan Bapak Takril”, Lazismu menyalurkan bantuan logistik pangan dan dana tunai untuk kebutuhan pengobatan pada Kamis, 23 Oktober 2025. Bantuan ini bertujuan utama untuk meringankan beban Bapak Takril, tulang punggung keluarga yang kini kesulitan beraktivitas akibat luka bakar serius.
Kegiatan tasaruf yang dilaksanakan langsung di kediaman Bapak Takril di Desa Batu Agung RT 19 RW 04, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal ini melibatkan Staf Lazismu Kabupaten Tegal, Perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Balapulang yakni Bapak Faizin, dan keluarga Bapak Takril. Aksi ini merupakan tindak lanjut dari asesmen yang menunjukkan kondisi keluarga Bapak Takril berada dalam garis kemiskinan yang sangat memprihatinkan.
Bapak Takril adalah seorang kepala rumah tangga yang sebelumnya berprofesi sebagai penjual bakso keliling di Cikarang. Kehidupan keluarganya berubah drastis setelah beliau mengalami musibah tragis pada bulan Juli lalu. “Beliau mengalami musibah, yaitu tertabrak Bus Prima Jasa yang membuat beliau terpental dengan tersiram kuah panas bakso,” terang salah satu Staf Lazismu Kabupaten Tegal. Musibah itu mengakibatkan luka bakar yang sangat serius pada tubuhnya, yang digambarkan telah “melepuh sampai memutih.”
Luka bakar tersebut dominan berada di bagian punggung hingga ke atas kemaluan. Meskipun pihak Bus Prima Jasa sempat bertanggung jawab atas biaya perawatan di rumah sakit selama dua minggu, namun pendampingan terhenti sebelum Bapak Takril pulih sepenuhnya. “Luka yang diterima Bapak Takril dominan di bagian punggung. Sempat parah bernanah, seiring berjalannya waktu mulai membaik,” jelas pihak Lazismu. Namun, kondisi tulang beliau juga diketahui mengalami dislokasi atau pergeseran. Dari pihak dokter menyarankan untuk menuntaskan pemulihan kulitnya terlebih dahulu, yang berarti Bapak Takril belum bisa menjalani penanganan untuk masalah tulangnya.
Akibat kondisi ini, Bapak Takril sangat sulit beraktivitas dan hanya mampu menjalani pengobatan seadanya dari Puskesmas di rumah karena keterbatasan biaya. Keterbatasan ekonomi ini diperparah dengan kondisi kesehatan Ibu Chaeriyah, istri beliau, yang juga mengidap tumor dan kista parah sejak tahun 2017 dan baru tahun ini berhasil menjalani operasi setelah sebelumnya hanya mengandalkan obat peredam nyeri. Ibu Chaeriyah saat ini juga sedang dalam masa pemulihan pascaoperasi.
Kondisi ekonomi keluarga pun sangat terpuruk. Untuk kebutuhan sehari-hari, mereka sangat kesusahan. “Untuk makan saja harus berbagi seisi rumah yang terdiri dari tiga kartu keluarga, satu rumah berisi sekitar 11 orang yang terletak di Desa Batu Agung,” ungkap Lazismu, menggambarkan betapa mendesaknya bantuan logistik pangan. Keterbatasan biaya ini juga memaksa salah satu anak Bapak Takril putus sekolah dan hanya menamatkan pendidikan hingga jenjang SMP.
Biaya pengobatan Bapak Takril sendiri diperkirakan berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta per bulan, jumlah yang sudah sangat “irit” namun tetap memberatkan bagi keluarga. Bahkan, kerabat terdekat di lingkungan sekitar pun belum mampu banyak membantu karena terkendala masalah ekonomi serupa.
Menanggapi kebutuhan yang kritis ini, Lazismu Kabupaten Tegal segera bertindak cepat. Setelah melakukan peninjauan lapangan, kami memutuskan untuk menyalurkan sembako sebagai bantuan logistik pangan. Selain itu, kami juga menyerahkan dana tunai yang khusus diperuntukkan membeli obat-obatan yang betul-betul dibutuhkan Bapak Takril.
Komitmen kami tidak berhenti pada penyerahan dana. Kami memastikan penggunaan dana tersebut tepat sasaran. “Kami dari Lazismu Kabupaten Tegal betul-betul mengawal setiap pembelian obat dengan mengantarkan keluarga Bapak Takril ke apotek sampai semuanya terbeli,” tegas perwakilan Lazismu. Aksi pengawalan ini menunjukkan tanggung jawab Lazismu Kab. Tegal dalam memastikan bantuan kesehatan tersalurkan sesuai peruntukan.
Dari pihak keluarga, Bapak Takril dan keluarga menyampaikan apresiasi yang tinggi. Mereka merasa sangat terbantu oleh kepedulian dan respons tanggap dari organisasi Muhammadiyah melalui Lazismu. “Beliau mengapresiasi respons tanggap dan kepedulian Muhammadiyah dengan perasaan bahagia,” ujar Staf Lazismu, menyampaikan pesan terima kasih dari keluarga penerima manfaat. Dengan adanya bantuan ini, keluarga Bapak Takril sangat berharap kebutuhan keseharian mereka, terutama dalam hal logistik pangan, serta kebutuhan pengobatan Bapak Takril dapat sedikit teratasi, sehingga fokus pemulihan dapat berjalan lebih maksimal. Program Tasaruf Bantuan Kesehatan ini menjadi secercah harapan di tengah himpitan kesulitan yang melanda keluarga Bapak Takril.
Perjuangan Bapak Takril dan Ibu Chaeriyah, yang kini sama-sama berjuang melawan sakit, memerlukan dukungan berkelanjutan dari kita. Lazismu Kabupaten Tegal telah memastikan bantuan pangan dan pengawalan pengobatan tahap awal. Mari bergabung, bersama-sama kita menanggung beban mereka. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui Lazismu Tegal. Setiap kontribusi Anda adalah nafas baru dan harapan nyata bagi kesebelas jiwa di keluarga ini.
