SLAWI – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Tegal kembali menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan melalui program Tasaruf Bantuan Peduli Kesehatan, Beasiswa Mentari, dan penyaluran paket sembako. Aksi nyata ini ditujukan untuk meringankan beban keluarga Bapak Agus Munoro, warga yang tengah menghadapi ujian ekonomi dan kesehatan yang berat, pada Sabtu (21/02/2026).
Bapak Agus Munoro, seorang kepala keluarga yang sebelumnya menjadi tulang punggung, kini tidak berdaya setelah mengalami kecelakaan hebat beberapa bulan lalu. Insiden tersebut mengakibatkan luka parah pada rahang, kaki, dan tangan, hingga dokter terpaksa mengamputasi salah satu ibu jarinya. Kondisi pascapenanganan di RS dr. Soesilo Slawi pun memprihatinkan; ia kini hanya mengandalkan obat seadanya dari Puskesmas dan terpaksa berhenti bekerja.
Keterpurukan ini berdampak sistemik pada keluarganya. Dengan istri yang hanya mengurus rumah tangga dan tiga orang anak yang masih menempuh pendidikan serta satu balita, beban finansial kian menumpuk. Selain tunggakan BPJS Kesehatan selama dua bulan, anak keduanya yang bersekolah di jenjang MTS juga mengalami kendala administratif akibat tunggakan biaya sekolah.
Menanggapi situasi tersebut, Tim Lazismu Kab. Tegal melakukan langkah cepat melalui proses verifikasi dan wawancara mendalam. Salah satu staf Lazismu Kab. Tegal menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk intervensi multidimensi.
“Kami tidak hanya memberikan bantuan pangan, tetapi juga fokus pada pemulihan akses kesehatan dan kelanjutan pendidikan anak-anak beliau. Kami melunasi tunggakan BPJS selama dua bulan dan membayarkan iuran untuk tiga bulan ke depan agar Pak Agus bisa kembali melakukan kontrol rutin,” ujarnya dalam sesi penyerahan bantuan di rumah Bapak Agus.
Selain bantuan kesehatan, Lazismu menyalurkan Beasiswa Mentari untuk meringankan tunggakan akademik anak kedua Bapak Agus serta memberikan paket sembako guna mencukupi kebutuhan pangan harian.
Bapak Agus Munoro menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kehadiran Lazismu di tengah masa sulitnya. Ia mengakui bahwa selama ini keluarganya hanya mengandalkan kebaikan kerabat sekitar untuk bertahan hidup. “Saya sangat berterima kasih atas bantuan ini. Sekarang saya bisa bernapas lega karena biaya sekolah anak dan urusan BPJS sudah ada yang membantu,” tuturnya lirih.
Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan dana zakat dan infak yang profesional mampu menjadi solusi konkret bagi permasalahan umat, memastikan tidak ada lagi keluarga yang berjuang sendirian di tengah keterbatasan.
