Lazismu Tegal

Merajut Misi Kebaikan: Lazismu dan PMI Tegal Mulai Jajaki Kemitraan Kemanusiaan

SLAWI, 7 Oktober 2025 – Dalam rangka memperkuat jaringan aksi sosial dan kemanusiaan di Kabupaten Tegal, Lazismu Kabupaten Tegal mengambil langkah awal strategis dengan beraudiensi bersama Palang Merah Indonesia (PMI Kabupaten Tegal). Pertemuan yang berlangsung pada hari Senin (7/10) di Gedung PMI ini secara khusus bertujuan untuk menjajaki potensi kemitraan berkelanjutan di sektor kesehatan dan pelayanan sosial. Inisiatif ini didasari kesadaran bahwa tantangan kemanusiaan yang semakin kompleks memerlukan sinergi lintas lembaga.

Dalam dialognya, kedua lembaga membahas kompleksitas isu-isu lokal dan bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat meningkatkan efektivitas program, mengingat tantangan kemanusiaan yang semakin beragam di Tegal.

Pak Abdi Manaf, selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu, menyampaikan bahwa audiensi ini bertujuan mewujudkan inklusi gerakan Lazismu dengan bermitra pada instansi yang memiliki nilai inti (core values) kepedulian yang serupa. “Kami melihat PMI sebagai mitra strategis dalam misi kemanusiaan. Lazismu membawa mandat filantropi Islam yang berorientasi pada pemberdayaan umat. Penjajakan ini adalah fondasi untuk mengintegrasikan program-program kami demi kepentingan masyarakat luas,” jelas Pak Abdi Manaf.

Senada dengan hal itu, Pak Iman Sisworo, Ketua PMI Kabupaten Tegal, turut menyambut baik inisiatif tersebut. Beliau mengapresiasi perhatian Lazismu terhadap isu kemanusiaan dan menegaskan bahwa kolaborasi lintas lembaga adalah kunci untuk melebarkan jangkauan dampak kebermanfaatan. Beliau juga memaparkan program-program PMI yang meliputi layanan ambulans gratis, mitigasi bencana, hingga pembinaan kader PMR.

Meskipun kemitraan ini masih dalam tahap penjajakan, audiensi hari itu berhasil meletakkan fondasi metodologi kerja. Pertemuan ini menghasilkan kesamaan pandangan yang akan menjadi dasar penting bagi setiap aksi bersama di masa depan. Fondasi tersebut mencakup dua poin utama:

  1. Akurasi Data: Keduanya sepakat bahwa program intervensi harus didukung oleh data yang jelas dan detail. Integrasi informasi dipandang strategis untuk memastikan intervensi yang dirumuskan tepat sasaran.
  2. Studi Dampak Program: Pak Abdi Manaf juga menekankan perlunya Studi Dampak untuk memonitor keberlanjutan program. Hal ini esensial untuk menjamin akuntabilitas dan efektivitas dana filantropi dalam jangka panjang.

Audiensi ini menandai dimulainya proses komunikasi untuk merumuskan model kemitraan berkelanjutan antara Lazismu dan PMI Kabupaten Tegal. Dukungan penuh dari masyarakat Tegal tentu sangat dibutuhkan untuk memastikan setiap langkah Lazismu dalam misi-misi kebaikan dan kebermanfaatan ini dapat terwujud secara maksimal.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *