SLAWI — Kepedulian nyata kembali ditunjukkan oleh Lazismu Kabupaten Tegal saat menyambangi kediaman dua lansia di Desa Jatibogor, Kecamatan Suradadi, Rabu (18/3). Langkah ini diambil sebagai respon cepat atas laporan Kantor Layanan (KL) Lazismu Suradadi mengenai kondisi Ibu Marwah yang menderita komplikasi serius dan Ibu Saryi yang kini hanya bisa terbaring lemah akibat lumpuh. Didampingi pengurus PRM Jatibogor, tim Lazismu menembus lorong desa untuk mengantarkan titipan para donatur berupa paket sembako dan bantuan uang tunai.
Suasana haru menyelimuti proses penyerahan bantuan di rumah masing-masing penerima manfaat. Bantuan kesehatan ini hadir sebagai oase di tengah kesulitan ekonomi yang menghimpit keluarga mereka. “Kami sangat bersyukur atas kepedulian Lazismu dan donatur. Bantuan ini sangat berarti bagi orang tua kami,” ungkap salah satu perwakilan keluarga dengan mata berkaca-kaca. Kehadiran tim di lapangan bukan sekadar urusan administratif, melainkan bentuk pendampingan spiritual dan emosional bagi warga yang sedang terpuruk.
Namun, kabar duka datang menyusul sehari setelah kunjungan tersebut. Ibu Marwah, salah satu penerima manfaat, dikabarkan telah berpulang ke Rahmatullah. Meski singkat, bantuan yang disalurkan menjadi kado terakhir yang meringankan beban beliau di akhir masa hayatnya. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa zakat dan infak yang dititipkan melalui Lazismu bekerja berpacu dengan waktu untuk menyentuh mereka yang paling membutuhkan sebelum terlambat.
Lazismu Kabupaten Tegal menyampaikan dukacita mendalam atas berpulangnya Ibu Marwah. Pihak lembaga juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah menjadi jembatan kebaikan. “Semoga bantuan yang sempat diterima menjadi amal jariyah bagi para muzaki dan memberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan,” tutur staf Lazismu. Komitmen ini akan terus berlanjut, memastikan bahwa tidak ada warga rentan yang merasa berjuang sendirian dalam kesunyian.
